KENDARI – Universitas Muhammadiyah Kendari, khususnya Unit Wawasan Kebangsaan (UWK), menyelenggarakan Festival Olahraga dan Seni Budaya 2026 yang meriah pada hari Selasa, 15 April 2026. Acara yang berlangsung selama tiga hari ini menghadirkan berbagai cabang olahraga tradisional dan modern, serta menampilkan ragam seni budaya nusantara yang menjadi simbol persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.
Kegiatan yang diadakan di lapangan olahraga utama UNMUH Kendari dan aula serbaguna kampus ini melibatkan lebih dari 1.500 mahasiswa dari berbagai fakultas dan program studi. Selain itu, acara ini juga menghadirkan perwakilan dari perguruan tinggi lain di Sulawesi Tenggara sebagai bentuk kolaborasi antar-institusi pendidikan dalam membangun semangat kebangsaan generasi muda.
Latar Belakang Penyelenggaraan Festival
Unit Wawasan Kebangsaan UNMUH Kendari merupakan unit kerja khusus yang berfokus pada pengembangan kesadaran nasionalisme dan pemahaman tentang nilai-nilai pancasila di kalangan mahasiswa. Sebagai bagian dari institusi pendidikan tinggi Muhammadiyah, UNMUH Kendari berkomitmen dalam mengintegrasikan nilai-nilai kebangsaan dengan kegiatan akademik dan kemahasiswaan.
Menurut dokumentasi kampus, Festival Olahraga dan Seni Budaya ini merupakan inisiatif tahunan yang telah dimulai sejak 2022. Akan tetapi, tahun ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam partisipasi peserta dan variasi cabang olahraga yang ditampilkan. Konsep festival tahun ini mengangkat tema “Bhinneka Tunggal Ika: Dari Olahraga hingga Seni Budaya,” yang secara langsung merujuk pada semboyan nasional Indonesia dan komitmen UNMUH Kendari dalam melestarikan warisan budaya nusantara.
“Festival ini bukan sekadar ajang olahraga dan seni semata,” ujar Siti Nurhaliza, Ketua Unit Wawasan Kebangsaan UNMUH Kendari, dalam sesi pembukaan acara pada Selasa pukul 09.00 WITA. “Kami percaya bahwa melalui olahraga dan seni budaya, mahasiswa dapat belajar tentang kerja sama tim, disiplin, dan menghormati keberagaman. Nilai-nilai ini adalah fondasi dari identitas nasional kita sebagai bangsa Indonesia.”
Cabang-Cabang Olahraga dan Pertandingan
Festival Olahraga yang berlangsung selama tiga hari ini menampilkan beragam cabang olahraga, mulai dari olahraga modern hingga olahraga tradisional Nusantara. Adapun cabang olahraga yang dilombakan meliputi:
Olahraga Modern: Futsal, bola voli, bola basket, bulutangkis, dan tenis meja. Setiap cabang menampilkan pertandingan baik dalam kategori putra maupun putri untuk memastikan kesetaraan gender dalam olahraga. Selain itu, ada juga kategori olahraga campuran yang menggabungkan peserta laki-laki dan perempuan dalam satu tim.
Olahraga Tradisional: Pencak silat, tarik tambang, dan layaran (permainan tradisional Sulawesi Tenggara). Pencak silat menjadi salah satu cabang yang paling dinanti-nantikan karena melibatkan teknik-teknik tradisional yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Dalam pertandingan futsal yang merupakan ajang pembuka festival, tim dari Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Kendari berhasil memenangkan pertandingan pertama mereka dengan skor 3-1 melawan tim dari Fakultas Hukum. Performa yang solid dari para peserta menunjukkan tingkat persiapan yang matang dalam menghadapi kompetisi.
“Kami sangat bangga bisa menjadi bagian dari festival ini,” kata Muhammad Rizky, kapten tim futsal Fakultas Teknik, seusai pertandingan. “Ini bukan hanya tentang kemenangan, tetapi juga tentang mewujudkan semangat kebersamaan yang diajarkan dalam nilai-nilai Muhammadiyah dan Pancasila. Setiap mahasiswa di sini adalah representasi dari kebanggaan kampus kami.”
Tampilan Seni Budaya yang Memukau
Sisi seni dan budaya dalam festival ini tidak kalah menarik dengan rangkaian olahraga. Berbagai pertunjukan seni tradisional dan kontemporer disajikan di aula serbaguna UNMUH Kendari. Pertunjukan ini mencakup tarian tradisional Sulawesi Tenggara, Jawa, Sumatra, hingga Nusa Tenggara.
Salah satu pertunjukan yang menjadi sorotan adalah penampilan tarian Poco-Poco Modernisasi, sebuah kolaborasi kreatif antara mahasiswa prodi Pendidikan Seni dengan prodi Teknik Informatika. Mereka menggabungkan gerakan tarian tradisional Sulawesi dengan proyeksi digital dan mapping cahaya yang menciptakan pengalaman visual yang memukau. Pertunjukan ini bertujuan untuk menunjukkan bahwa seni tradisional dapat beradaptasi dengan perkembangan teknologi modern tanpa kehilangan nilai-nilai tradisionalnya.
“Ide pertunjukan ini muncul dari diskusi di dalam kelas tentang bagaimana generasi milenial dan Gen-Z dapat menjadi pelestari budaya,” tutur Dina Wijaya, mahasiswa prodi Pendidikan Seni tingkat tiga. “Kami ingin menunjukkan bahwa melestarikan budaya tidak harus membuat generasi muda merasa tertinggal dari modernisasi. Justru, kita bisa menggabungkan keduanya untuk menciptakan sesuatu yang lebih bermakna dan relevan.”
Selain itu, ada juga pertunjukan wayang kulit dengan lakon cerita rakyat Sulawesi yang dihadirkan oleh kelompok mahasiswa Fakultas Sastra. Keahlian mereka dalam menceritakan kembali legenda lokal dengan sentuhan humor dan pesan moral kontemporer berhasil menghibur ribuan penonton yang hadir.
Partisipasi dan Antusiasme Mahasiswa
Data yang dikumpulkan panitia menunjukkan bahwa tingkat partisipasi mahasiswa dalam festival ini mencapai rekor tertinggi. Sebanyak 87% dari total mahasiswa aktif UNMUH Kendari terlibat langsung baik sebagai peserta, panitia, atau penonton. Antusiasme ini mencerminkan kesadaran mahasiswa tentang pentingnya kegiatan yang mengintegrasikan nilai akademik dan kebangsaan.
Rektor UNMUH Kendari, Prof. Dr. H. Akbar Latif, M.Pd., mengapresiasi tingginya partisipasi mahasiswa dalam acara ini. “Penyelenggaraan festival semacam ini menunjukkan bahwa mahasiswa kami tidak hanya fokus pada aspek akademik semata, tetapi juga memahami pentingnya pengembangan karakter dan kepribadian yang sejalan dengan nilai-nilai Pancasila,” ungkap Prof. Akbar dalam kunjungannya ke berbagai lokasi festival pada hari kedua acara, Rabu, 16 April 2026.
“UNMUH Kendari sebagai institusi pendidikan Muhammadiyah berkomitmen penuh untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kaya dalam pemahaman nilai-nilai kebangsaan dan budaya lokal. Festival seperti ini adalah wadah yang tepat untuk mewujudkan komitmen tersebut,” tambah Rektor Latif.
Dukungan dari Berbagai Pihak
Kesuksesan penyelenggaraan festival ini juga didukung oleh berbagai pihak eksternal, termasuk pemerintah daerah Kendari, organisasi olahraga lokal, dan komunitas seni budaya. Pemerintah Kota Kendari melalui Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata memberikan dukungan logistik dan promosi untuk memastikan acara ini berjalan dengan baik.
“Festival ini adalah sarana yang baik untuk mengembangkan potensi generasi muda Kendari,” kata Budi Santoso, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kota Kendari, dalam sambutannya di acara pembukaan. “Kami sangat mendukung inisiatif UNMUH Kendari dalam menyelenggarakan festival yang menggabungkan olahraga dan seni budaya sebagai bagian dari pembangunan karakter dan nasionalisme generasi penerus bangsa.”
Selain itu, Ikatan Keluarga Besar Alumni (IKBA) UNMUH Kendari juga memberikan kontribusi finansial dan material untuk memastikan festival berlangsung dengan lancar. Dukungan ini menunjukkan bahwa nilai-nilai yang ditanamkan UNMUH Kendari kepada para mahasiswa juga dihayati oleh para alumni dalam bentuk keterlibatan aktif mereka.
Dampak dan Manfaat Jangka Panjang
Kepala Unit Wawasan Kebangsaan, Siti Nurhaliza, menekankan bahwa festival ini bukan hanya sekadar acara satu kali, tetapi memiliki dampak jangka panjang bagi pengembangan karakter mahasiswa. “Melalui festival ini, mahasiswa belajar tentang pentingnya kedisiplinan, tanggung jawab tim, dan menghormati keberagaman dalam konteks nyata,” jelasnya dalam wawancara mendalam pada akhir festival.
“Kami juga mengharapkan bahwa spirit yang dibangun dalam festival ini akan terbawa dalam kehidupan akademik dan bermasyarakat mereka. Mahasiswa yang terlibat aktif dalam festival ini diharapkan dapat menjadi duta budaya dan nilai-nilai kebangsaan di komunitas mereka masing-masing setelah lulus dari universitas,” lanjut Siti Nurhaliza.
Dari sudut pandang pedagogis, festival ini juga memberikan manfaat nyata bagi pengembangan kurikulum. Beberapa dosen melaporkan bahwa pengalaman mahasiswa dalam festival ini menjadi bahan diskusi yang berharga dalam kelas-kelas seminar dan mata kuliah yang berkaitan dengan pengembangan kepribadian, sejarah, dan budaya lokal.
Penutup dan Harapan ke Depan
Festival Olahraga dan Seni Budaya UNMUH Kendari tahun 2026 berhasil menciptakan suasana yang meriah dan bermakna bagi seluruh komunitas kampus. Acara yang berlangsung selama tiga hari ini tidak hanya menampilkan prestasi olahraga dan seni yang mengagumkan, tetapi juga merefleksikan komitmen institusi dalam membangun generasi muda yang memiliki kesadaran nasionalisme dan apresiasi terhadap kekayaan budaya nusantara.
Ke depannya, panitia merencanakan untuk terus meningkatkan skala festival dengan melibatkan lebih banyak institusi pendidikan dan komunitas seni budaya di Sulawesi Tenggara. Selain itu, akan ada penambahan cabang olahraga baru dan pertunjukan seni yang lebih inovatif di festival tahun-tahun mendatang.
Sebagai penutup, festival ini membuktikan bahwa olahraga dan seni budaya dapat menjadi alat yang powerful dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan pada generasi muda. UNMUH Kendari, melalui Unit Wawasan Kebangsaan, telah menunjukkan dedikasi nyata dalam menciptakan lingkungan akademik yang tidak hanya mengutamakan keunggulan intelektual, tetapi juga pengembangan karakter dan kesadaran nasionalisme yang kokoh.
(Berita ini merupakan liputan dari Festival Olahraga dan Seni Budaya Unit Wawasan Kebangsaan UNMUH Kendari yang berlangsung pada 15-17 April 2026)